(kebanyakan tugas sih) let's go!

Senin, 27 Agustus 2018

Contoh Essay Sederhana Tentang Konsumerisme


PERILAKU KONSUMTIF DI KALANGAN MAHASISWA
PENDAHULUAN

Perilaku konsumtif adalah perilaku yang mencerminkan “serba instan”  atau tidak mau menempuh proses. Konsumtif cenderung mengarah pada gaya hidup glamor, boros, dan lain sebagainya. Pada zaman sekarang ini semakin banyak masyarakat terutama para remaja dan mahasiswa di Indonesia yang bersifat konsumtif. Penyebabnyapun bermacam-macam dan dari berbagai bidang. Banyak media massa  terutama iklan-iklan yang semakin mendorong masyarakat terutama para remaja khususnya mahasiswa untuk bersifat konsumtif. Terutama masyarakat yang tinggal di kota-kota besar saat ini, semakin dekat dan dengan mudah untuk mendapatkan barang-barang yang diinginkannya. Setiap harinya mereka melakukan konsumsi makanan, pakaian, bahkan elektronik sesuai keinginanya saja, tidak sesuai kebutuhannya, dan bahkan mereka tidak memperdulikan pengeluarannya.
Terutama para mahasiswa, mereka terkesan senang dengan perilaku yang berbau konsumtif dan hedonis. Mereka senang mengeluarkan uang demi mendapatkan barang-barang yang sedang popular dan tidak mau ketinggalan zaman. Mereka juga mudah termakan iklan-iklan yang banyak bermunculan di berbagai media, padahal mereka tidak begitu mementingkan barang yang ditawarkan tersebut. Mereka hanya membeli barang sesuai keinginanya saja. Bahkan terkadang mereka membeli barang hanya mengikuti temannya, agar tidak kalah saing dengan apa yang temannya punya, juga hanya sekedar untuk mengikuti tren masa kini saja. Mahasiswa sekarang lebih senang menghabiskan waktu di mall, pusat perbelanjaan, restaurant atau café-café untuk hanya sekedar nongkrong dan mengobrol dengan teman ketika libur atau mempunyai waktu luang dari pada menghabiskan waktu di perpustakaan.bahka mereka lebih senang mengerjakan tugas di café yang memiliki wifi sekaligus untuk nongkrong berkumpul dengan teman. Walaupun juga tidak semua mahasiswa seperti itu, masih banyak mahasiwa yang sadar akan tugasnya sebagai mahasiswa yaitu untuk belajar, kuliah dan mengikuti organisasi atau kegiatan di kampus lainnya, tidak hanya berfoya-foya menghabiskan uang saja.
                                                                                                     
ISI
Kalangan  mahasiswa  merupakan  salah  satu  kelompok  sosial  dalam masyarakat yang rentan terhadap pengaruh gaya hidup, trend, dan mode yang sedang  berlaku. Karena bagi mahasiswa tidak hanya pakaian saja yang dapat menunjang penampilan, tetapi juga dengan melakukan perawatan diri akan lebih menunjang penampilan.  Bagi  mahasiswa  sendiri,  mode,  penampilan,  dan  kecantikan merupakan hal penting yang mendapatkan perhatian khusus. Sebagai mahasiswa, penampilan mungkin menjadi salah satu hal terpenting, walaupun tidak semua mahasiswa menganggap penampilan menjadi hal terpenting. Terutama di kalangan mahasiswa perempuan, menjaga penampilan menjadi salah satu penyebab mereka bersifat konsumtif. Mereka rela menghabiskan banyak uang untuk menjaga penampilannya, padahal sebagian mahasiswa masih mendapatkan uang dari orang tuanya.
Faktor penyebab mereka bersifat konsumtif berasal dari faktor luar dan dalam. Faktor dari luar yaitu kebudayaan, kelas sosial, kelompok referensi dan juga situasi. Kelas sosial dan situsi mungkin menjadi salah satu factor dari luar yang lebih menonjol karena mereka tidak mau kalah dari teman yang lainnya sehingga mereka akan berusaha mengimbangi teman-temannya agar tidak ketinggalan zaman. Sedangkan factor dari dalam adalah gaya hidup dan motivasi. Mereka sudah terbiasa dengan gaya hidup glamor dan boros, akan sulit untuk menghilangkan sifat itu.
Namun tidak semua mahasiswa memiliki sifat konsumtif. Terutama mahasiswa perantauan yang tinggal di kost-kostan dengan hidup pas-pasan. Mereka lebih mementingkan kuliah dan belajar bukan hanya foya-foya dan menghabiskan uang orang tua saja. Walaupun mungkin masih ada mahasiswa perantauan yang malah lebih leluasa untuk berfoya-foya karena mereka jauh dari awasan orang tua, merasa tidak ada yang mengawasi dan jika tidak menahan diri akan lebih mudah terkontaminasi dengan pergaulan-pergaulan yang buruk.
Sebagai remaja yang sudah beranjak dewasa, mahasiswa tidak hanya tertarik dengan barang-barang mahal yang dapat menunjang penampilannya. Tetapi mereka mulai tertarik dengan merawat diri untuk melakukan perawatan dan mengkonsumsi obat-obatan dari klinik kecantikan ternama. Demi melakukan perawatan ini mereka rela mengeluarkan banyak biaya. Mereka melakukan perawatan ini tidak semata-mata hanya untuk menjaga penampilan tetapi juga menambah kepercayaan diri, semakin cantik, dan juga untuk menjaga kualitas wajah pada masa tua.
Kuatnya keinginan untuk menjaga penampilan menyebabkan para mahasiswa menganggap bahwa membeli barang-barang mahal dan melakukan perawatan adalah suatu kebutuhan yang akhirnya menyebabkan mereka bersifat konsumtif. Padahal tidak semua barang yang mereka beli adalah kebutuhan mereka, sebagian hanya menginginkan, dan hanya mengikuti tren saja agar tidak kalah saing dengan teman-temannya dan tidak dianggap ketinggalan jaman.
Mahasiswa harus dapat memilah-milah mana yang merupakan suatu kebutuhan yang  memang  harus  dipenuhi  dengan  suatu  kebutuhan yang sebenarnya hanya merupakan keinginan semu belaka. Mahasiswa harus mampu lebih bijak ketika menggunakan uang.  Alangkah  lebih  baiknya  jika  mereka  lebih  mampu meminimalisir  pengeluaran  mereka agar  tidak menjadi beban orang tua mereka. Tidak  hanya  serta  merta  mengikuti  trend  yang  ada  di  kalangan mahasiswa  ketika  memilih barang atau tempat perawatan tetapi juga harus disesuaikan dengan pertimbangan biaya, kebutuhan serta pribadi masing-masing.

PENUTUP
·      Kesimpulan
Di jaman sekarang ini orang-orang dapat dengan mudah mendapatkan barang barang yang diinginkannya. Apalagi dengan adanya online shop dan pusat-pusat perbelanjaan yang semakin deket dengan tempat tinggal membuat dengan mudahnya orang memenuhi kebutuhannya bahkan keiginannya. Jika tidak dapat menahan diri kita dapat dengan mudah tergiur untuk membeli dan akan semakin membuat kita bersifat konsumtif.
Terutama di kalangan mahasiswa yang semakin ingin mengikuti trend dan tidak mau kalah dengan teman-temannya, sekarang mereka juga dapat dengan mudah mendapat iklan-iklan tentang barang-barang terkini. Bahkan produk-produk kecantikan dan tempat perawatan sudah semakin banyak ditemui. Jika tidak pandai-pandai menahan diri akan semakin membuat konsumtif. Mereka harus bisa mengisi waktu luang dengan kegiatan-kegiatan postif dan lebih bermanfaat seperti belajar kelompok, berkunjung ke perpustakaan, dan kegiatan-kegiatan postif lainnya agar tidak ikut tergiur untuk menghabiskan uangnya hanya untuk membeli atau menghabiskannya dengan hal yang kurang bermanfaat.
·         Saran
Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi perilaku konsumtif di kalangan mahasiswa antara lain
1.      Belajar hidup hemat mulai dengan membuat prioritas kebutuhan yang ingin kita beli. Dahulukan membeli barang kebutuhan berdasarkan prioritas yang terpenting, bukan untuk memenuhi keinginan semata. 
2.      Mulai menabung, menabung selain merupakan bagian dari hidup hemat, juga kita bisa gunakan uang hasil tabungan kita untuk membeli barang yang akan kita butuhkan di masa yang akan datang atau jika ada kebutuhan yang lebih mendesak.
3.      Mengisi waktu luang dengan kegiatan positif, dengan mengikuti berbagai organisasi di kampus, berinteraksi dengan teman-teman di kampus, tidak mudah terpancing dengan diskon-diskon atau harga yang murah dari sebuah toko atau online shop dan tempat-tempat perawatan ternama.
4.      Mengurangi pergi ke mall atau pusat perbelanjaan atau café-café hanya sekedar untuk nongkrong.
5.      Fokus dengan apa yang menjadi tujuannya untuk kulaih, tidak lupa untuk selalu belajar.
·         Daftar Pustaka
Sukari. 2013. Perilaku Konsumtif Siswa SMA di Daerah Istimewa Yogyakarta. Yogyakarta: Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNP) 

Internalisasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal Dalam Menghadapi Globalisasi


Musyawarah Untuk Menghadapi Globalisasi

                Musyawarah yang berarti berunding, mengatakan dan mangajukan sesuatu. Jadi musyawarah adalah suatu cara untuk memecahkan persoalan guna mengambil keputusan bersama dalam pemecahan masalah yang menyangkut urusan bersama. Musyawarah adalah bagian dari pancasila. Dlam demokrasi pancasila penentua hasil dilakukan dengan cara musyawarah mufakat tetapi jika terjadi benturan yang berkepanjangan barulah dilakukan voting atau pungutan suara. Musyawarah mufakat ini sudah ada sejak dahulu dan dinilai sebagai warisan leluhur bangsa karena selalu dilakukan untuk menentukan hasil. Musyawarah mufakat ini mampu menyatukan dan menciptakan kehidupan yang damai ditengah perbedaan di Indonesia ini.
                Globalisasi merupakan suatu proses internaslisasi yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia, produk, pemikiran dan aspek-aspek kebudayaan lainnya. Kemajuan transportasi, telekomunikasi dan perdagangan merupakan salah satu aspek dari globalisasi yang semakin memudahkan aktivitas manusia sekarang.
                Semakin berkembangnya jaman sekarang ini budaya-budaya asing yang masuk ke Indonesia semakin menggeser budaya asli dari Indonesia. Salah satunya budaya musyawarah mufakat yang dulu selalu dilakukan untuk mencari solusi dan mencapai tujuan. Tetapi kini sudah jarang digunakan pada masyarakat sekarang karena dinilai lebih rumit dan memakan waktu yang lama. Akhir-akhir ini semangat musyawarah mufakat memang agak menurun. Seiring dengan semakin mudahnya media komunikasi untuk diakses musyawarah mufakat pun bisa dengan mudah dilakukan lewat media digital yaitu media social seperti ‘Whatsapp’ atau pun ‘bbm’ berbeda dengan dahulu yang harus selalu dilakukan dengan berkumpul dan berdiskusi bersama untuk mencapai suatu tujuan.
                Era globalisasi ini tidak hanya membawa dampak positif tetapi juga ada dampak negative. Salah satu dampak negativenya adalah musyawarah mufakat yang sudah digantikan dengan voting, walaupun awalnya masih menggunakan musyawah mufakat teapi akhirnya hanya menggunakan voting untuk mempersingkat waktu. Voting yang paling marak di Indonesia adlah sms voting yang banyak dilakukan di beberapa acara tv di Indonesia.
                Seharusnya di era sekarang ini budaya-budaya asli dari Indonesia ini lah yang harusnya diperkuat untuk menjaga kesatuan dan persatuan bangsa demi menghadapi budaya-budaya asing yang masuk ke Indonesia. Berpegang teguh pada dasar-dasar pancasila dan budaya yang sudah ad sebagai bekal untuk menghadapi budaya luar. Salah satunya dengan musyawarah mufakat, dengan musyawarah mufakat ini tidak hanya akan mendapatkan hasil sutau permasalahan saja, namun juga dapat meningkatkan persaudaraan dan silatuhami dengan cara berkumpul dan berkomunikasi bersama. Menyampaikan pendapat dengan cara yang baik, menghargai pendapat orang lain, dan mampu bekerja sama adalah salah satu manfaat dari musyawarah mufakat itu sendiri.
                Kita harus selalu melestaraikan dan membudayakan musyawarah mufakat terlebih dahulu sebelum menggunakan voting. Agar generasi muda yang akan datang mengetahui bahwa Indonesia memiliki budaya leluhur yang sangat bermanfaat dalam mencapai hasil dan tujuan pada suatu permasalahan yang ada. Musyawarah juga dapat digunakan untuk menghadapi budaya-budaya asing yang msuk agar bisa lebih difilter baik buruknya.
               

Kamis, 01 Februari 2018

LAPORAN KERAJINAN DARI BATOK KELAPA



LAPORAN KERAJINAN DARI BATOK KELAPA
Disusun oleh:
  1. Farhani Riska Septia   (09)
  2. Faza Nashihah              (10)
  3. Fina Rahmawati           (11)
  4. Imelda Fani S.              (12)
XII IPS 2


SMA N 1 GODEAN
2017/2018

KATA PENGANTAR

            Puji dan syukur kami panjatkan kehandirat Tuhan YME yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya  sehingga kami dapat menyelesaikanlaporan kerajinan  dari batok kelapa di  SMA Negeri  1 Godean tahun 2017 ini dengan lancar.
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga laporan ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Laporan ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi sempurnanya laporan ini. 
Semoga laporan ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.


Sleman, 11 November 2017



DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
…………………………..…
i
KATA PENGANTAR
…………………………..…
ii
DAFTAR ISI
…………………………..…
iii
BAB I PENDAHULUAN


A.    LATAR BELAKANG MASALAH
…………………………..…
1
B.     TUJUAN USAHA
…………………………..…
2
C.     PELAKSANAAN KEGIATAN
…………………………..…
2
BAB II PROSES PRODUKSI


A.    PROSES PRODUKSI
…………………………..…
3
B.     PERHITUNGAN MODAL DAN LABA
…………………………..…
4
C.     POTENSI DASAR KELEBIHAN DARI USAHA
…………………………..…
4
D.    KENDALA
…………………………..…
4
E.     STRATEGI PEMASARAN
…………………………..…
4
F.      PENJUALAN
…………………………..…
5
G.    HASIL DAN PEMBAHASAN
…………………………..…
6
H.    DATA DOKUMENTASI
…………………………..…
7
BAB III PENUTUP


A.    KESIMPULAN
…………………………..…
9
B.     SARAN DAN TANGGAPAN
…………………………..…
9

 
BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Dalam kehidupan, banyak tantangan hidup yang harus diatasi, dihadapi dan diselesaikan. Meliputi tantangan bersaing dalam keadaan fisik maupun mental. Hal tersebut merupakan suatu hal pemenuhan dalam kebutuhan baik rohani maupun jasmani. Didasari oleh zaman yang semakin maju, modern dan persaingan memenuhi kebutuhan yang semakin pesat.
Batang pohon kelapa dapat digunakan sebagai bahan bangunan yang terkenal tahan akan cuaca dan gangguan serangga-serangga kayu. Daun kelapa dapat digunakan untuk membuat selongsong kupat. Tulang daunnya (lidi) digunakan untuk membuat sapu. Pelepah daunnya dapat digunakan sebagai kayu bakar. Kulit buahnya (serabut) dapat digunakan untuk membuat sapu. Daging buahnya yang masih muda dapat dibuat minuman, sedangkan yang sudah tua dapat digunakan sebagai bahan santan atau untuk membuat minyak goreng.
Satu hal yang menarik dalam memanfaatkan bagian-bagian kelapa adalah pada batok atau cangkang buahnya. Hal ini karena sekilas mungkin tidak terpikirkan bahwa batok kelapa mempunyai nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan buah kelapanya itu sendiri. Dengan sentuhan tangan-tangan kreatif, batok kelapa dapat menjadi benda-benda kerajinan yang mempunyai nilai guna, nilai seni, dan bahkan keduanya.
Seni kerajinan ini belum begitu luas di indonesia, perkembangan seni kerajinan ini baru muncul era tahun 90 an,  kerajian batok kelapa banyak di jumpai di daerah jawa, dan sulawesi. Munculnya kesenian ini bermula banyaknya pabrik-pabrik kelapa dan banyaknya tumbuhan kelapa di indonesia, sehingga banyak tempurung kelapa di jadikan bahan bakar sayang tidak ada guna, hal inilah masyarakat indonesia mengambil inisiatif dan membuat menjadi bahan ekonomis
Usaha yang akan Kami mulai adalah usaha kecil, yaitu pembuatan produk kerajinan dari batok kelapa. Dengan factor produksi yang relative murah dan terjangkau serta mudah didapat. Kami yakin usaha yang Kami lakukan ini memiliki berbagai aspek yang dapat menguntungkan, bagi pribadi maupun orang lain. Oleh karena itu sangat besar harapan Kami dapat menjalankan, mengembangkan usaha ini dengan semaksimal mungkin.
B. TUJUAN USAHA
Tujuan dari didirikannya Usaha dari batok kelapa ini adalah :
1.   Untuk menambah  penghasilan yang dapat kami gunakan untuk menunjang kebutuhan hidup sehari-hari
2.     Untuk menerapkan ilmu pengetahuan dalam bidang berwirausaha
3.     Bisa memanfaatkan waktu luang, untuk sesuatu yang berguna
4.     Menciptakan lapanagan pekerjaan
5.     Memanfaatkan barang bekas yang tidak terpakai.
C. PELAKSANAAN KEGIATAN
Pembuatan kerajinan dari batok kelapa ini di buat secara bersama-sama, berkelompok. Dilaksanakan di SMA N 1 Godean, pada saat jam pelajaran prakrya. Hari Rabu tanggal 1, 8, 15 November 2017. Kami membuat tempat lilin dan permen bertingkat dari batok kelapa.



BAB II
PROSES PRODUKSI
A.    PROSES PRODUKSI
Tempat Lilin dan Permen Bertingkat dari Batok Kelapa
1.      Alat dan bahan
·         Bor
·         Batok kelapa
·         Kayu
·         Pensil
·         Pernis
·         Amplas kasar dan halus
·         Tali
·         Gergaji
2.      Cara membuat
·         Belah batok kelapa dengan gergaji
·         Hilangkan serabut kelapa degan mengamplas menggunakan amplas kasar
·         Setelah serabut sudah bersih amplas kembali dengan menggunakan amplas halus
·         Beri tanda dengan menggunakan pensil di samping kanan dan kiri natok yang akan di bor
·         Siapkan 2 batang kayu yang tingginya sama sebagai penyangga batok
·         Pernislah batok dan kayu secara berulang agar warnanya lebih mengkilat
·         Tunggu sampai kering
·         Susun menjadi 2 tingkat dan satukan batok dengan kayu menggunakan tali
·         Tempat lilin dan permen bertingkat sudah siap digunakan.

B.     PERHITUNGAN MODAL DAN LABA
1.      Modal
·         Batok kelapa  :           Rp 5.000
·         Amplas          :           Rp 1000
·         Kayu              :           Rp 4.000
·         Pernis             :           Rp 4.000
·         Tali                 :           Rp 3.000
Total anggaran            Rp 17.000
2.      Laba
·         Biaya produksi :        Rp 17.000
·         Harga jual :                Rp 22.000
·         Laba :                         Rp 22.000 – Rp 17.000 = Rp 5.000

C.     POTENSI DASAR KELEBIHAN DAN USAHA
Tempat lilin dan permen bertingkat ini menggunakan bahan yang ramah lingkungan. Kami menggunakan batok kelapa yang mudah dicari dan tidak merusak  lingkungan. Memanfaatkan batok kelapa yang jika dibuang akan menjadi limbah dan mengubahnya menjadi barang berharga. Hal tersebut juga menjadikan produk tempat lilin dan permen bertingkat ini memiliki bentuk yang unik. Produk ini juga tahan lama dan tidak mudah rusak.

D.    KENDALA
Untuk membuat produk ini membutuhkan waktu yang cukup lama karena memang cukup sulit dibuat. Di era modern ini, tidak banyak masyarakat yang menyukai kerajinan tradisional sehingga kami harus pintar-pintar dalam mempromosikannya.

E.     STRATEGI PEMASARAN
Dengan banyaknya produk rumah tangga yang terbuat dari batok kelapa, maka tidak heran jika muncul kerajinan dari bahan dasar sejenis yaitu batok kelapa. Untuk memperluas dan memasarkan hasil kerajinan ini, maka diperlukan strategi  yang tepat  agar  produk kerajinan  ini dapat terjual sesuai sasaran. Strategi yang tepat akan menentukan bagaimana nanti produk yang dijual dapat terjual dengan cepat.
           Strategi pemasaran yang akan kami lakukan yaitu bekerjasama dengan pelaku usaha souvenir pernikahan. Hasil kerajinan kami sangat cocok apabila dijadikan sebagai souvenir pernikahan. Masih sangat jarang dijumpai tempat lilin dan permen dari batok kelapa yang dijadikan sebagai souvenir pernikahan. Untuk itu menjadi ide baru apabila kerajinan ini dapat digunakan sebagai souvenir pernikahan. Selain itu, kami juga akan  kerjasama dengan pemilik restoran maupun rumah makan yang membutuhkan tempat lilin dan permen dari batok ini. Tempat lilin dari batok yang kami buat, selain mempunyai fungsi pakai untuk menaruh lilin, tetapi juga berfungsi sebagai tempat hias. Sehingga sangat cocok untuk restoran atau rumah makan untuk memperindah meja makan yang ada disana, sekaligus untuk mengusir lalat yang ada di sekitar meja makan tersebut. Sedangkan dibawahnya berfungsi sebagai tempat permen. Strategi lain yang akan kami lakukan yaitu dengan menitipkan hasil produk kami di pusat oleh-oleh dan pusat kerajinan. Biasanya pembeli yang mendatangi pusat oleh-oleh atau pusat kerajinan yaitu orang-orang luar kota sehingga ada kemungkinan mereka akan tertarik dan membelinya. Selain itu, kami juga akan menjualnya  dalam acara arisan ibu-ibu.   
Selain itu, strategi penjualan yang akan kami lakukan dengan cara mengiklankan produk kami melalui internet. Strategi penjualan melalui internet sangat efektif dilakukan. Kami akan memanfaatkan social media, seperti intstagram, twitter, facebook, blog, dll untuk memperluas jangkauan pemasaran produk kami. Dengan memanfaatkan social media tersebut diharapkan  banyak pembaca yang tertarik untuk membeli produk kami.

F.      PENJUALAN
Dalam penjualan produk kami yaitu tempat lilin dan permen dari batok kelapa , kami akan menggunakan sistem konsinyasi dan sistem penjualan online. Dalam sistem konsinyasi kami akan bekerjasama dan  menitipkan hasil produk kami di toko pusat oleh-oleh, dan toko souvenir. Untuk bagi hasil nantinya kami akan mendiskusikannya dengan pemilik toko-toko tersebut. Untuk penjualan online, kami akan memasang iklan di beberapa  media sosial seperti instragram, facebook, twiter dll.
Tempat lilin dan permen dari batok kelapa yang kami buat yaitu bertingkat. Fungsi  dari masing masing tingkatan ini dapat disesuaikan sendiri oleh pemakai. Tempat lilin ini sangat cocok untuk tempat lilin aromaterapi.  Kami akan menjualnya dengan harga Rp 20.000 per biji. kami akan melayani pembelian dalam jumlah sedikit ataupun banyak. Jika konsumen membeli dalam jumlah banyak , dapat memesan terlebih dahulu. Untuk konsumen yang membeli dalam jumlah banyak dapat mendapatkan diskon.
Untuk  memasarkan  produk kami agar cepat terjual atau untuk menarik orang-orang agar tertarik yaitu kami akan gencar dalam melakukan promosi. Kami akan menawarkannya di sejumlah rumah makan atau restoran.

G.    HASIL DAN PEMBAHASAN
Produk kerajinan tempat lilin dan permen bertingkat dari batok kelapa ini kami buat dengan memanfaatkan limbah buah kelapa, yaitu dengan mendaur ulang batok kelapa menjadi barang yang dapat berguna lebih di kehidupan sehari-hari. Produk ini kami buat, lalu kami jual, sehingga memperoleh laba. Dalam proses pembuatan ini diperlukan konsentrasi, kehati-hatian, ketrampilan, kreatif, dan juga kesabaran agar hasil produk maksimal sehingga konsumen tertarik untuk membelinya. Kemudian untuk penjualan kami juga menyertai label dan kemasan yang membuat informasi mengenai produk yang kami jual. Untuk mempromosikannya kami menggunakan media social dan juga menyebar brosur.



BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Pohon kelapa memiliki banyak manfaat. Salah satu bagian tanaman kelapa yang dapat dimanfaatkan adalah batoknya. Batok atau tempurung kelapa dapat dibuat menjadi berbagai macam kerajinan yang multifungsi, contohnya adalah tempat lilin dan permen bertingkat. Selain ramah lingkungan, bahannya mudah didapat, tempat lilin dan permen dari batok kelapa juga memiliki nilai estetika yang tinggi.
Pembuatan ini memakan waktu yang cukup lama, karena memang cukup sulit dibuat. Dalam pemasarannya, yang akan kami lakukan yaitu bekerjasama dengan pelaku usaha souvenir pernikahan, karena hasil kerajinan kami sangat cocok apabila dijadikan sebagai souvenir pernikahan. Selain itu, kami memasarkan produk kami melalui media sosial. Dalam proses pembuatan ini diperlukan konsentrasi, kehati-hatian, ketrampilan, kreatif dan juga kesabaran agar hasil produk maksimal sehingga konsumen tertarik untuk membelinya. Kemudian, kami juga akan menyertakan label dan kemasan yang memuat informasi mengenai produk yang kami jual. Untuk mempromosikannya kami menggunakan media sosial dan brosur.
B.     SARAN DAN TANGGAPAN
1.      Sebaiknya dalam menggunakan alat-alat pertukangan seperti bor dan gergaji harus berhati-hati agar terhindar dari hal yang tidak diinginkan
2.      Untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai estetika tinggi harus memiliki kreativitas yang tinggi juga.
                                                                                                   
 




 

Tulisannya Riska Template by Ipietoon Cute Blog Design